Pengalaman Mengikuti Kursus Kerasulan Keluarga

Hai sobat semua,

Hari ini aku mau cerita keikutsertaan aku dan suamiku, mengikuti Kursus Kerasulan Keluarga di bawah naungan Sie Kerasulan Keluarga (SKK) yang diadakan oleh Stasi Yohanes Paulus II - Santo Arnoldus Janssen - Bekasi. Pelaksanaan bulan Aug & Sept 2017, iya tahun 2017, engga salah kok, akunya aja yang baru update ha ha ha.

Apa sih Kursus Kerasulan Keluarga (K3)
K3 pada dasarnya adalah kelanjutan dari kursus Membangun Rumah Tangga (MRT). Sebelum menikah calon pengantin wajib mengikuti MRT, setelah menikah pasangan suami istri (Pasutri) bisa mengikuti K3 diharapkan peserta pasutri dapat membangun kembali keluarga Kristiani, mampu berdayatahan dan dapat menjadi teladan di lingkungan dan masyarakat. Tetap bersama memiliki komitmen yang kuat untuk setia, memegang teguh perkawinan Katolik, satu, Kudus dan tak terpisahkan.

Siapa yang bisa mengikuti kursus ini 
Yang bisa mengikuti kursus ini harus pasangan suami istri.

Berapa kali kursus ini dilaksanakan
Kursus dilakukan 4x terturut-turut, setiap hari minggu. Ditutup dengan Retus dan Misa Perutusan. Jadi total 5x ya.

Kapan Pelaksanaan kursus ini
Pertemuan ke I   : 13 Agustus 2017, jam 08-14.00 di. SD Santa Lusia - Bojong Menteng Bekasi
Pertemuan ke II  : 20 Agustus 2017, jam 08-14.00 di. SD Santa Lusia - Bojong Menteng Bekasi
Pertemuan ke III : 27 Agustus 2017, jam 08-14.00 di. SD Santa Lusia - Bojong Menteng Bekasi
Pertemuan ke IV : 03 September 2017, jam 08-14.00 di. SD Santa Lusia - Bojong Menteng Bekasi
Retus dan Perutusan : 09-10 Sept 2017 Wisma Erema - Cisarua - Puncak

Berapa biayanya
Di Stasi kami, pasutri dikenakan biaya Rp. 350.000/pasutri
Biaya sudah termasuk untuk makan siang & snack disetiap pertemuan + Misa Perutusan di Puncak.

Kesan dan pesan yang kami dapatkan selama dan setelah mengikuti pembelajaran
Kami sangat bersyukur dan merasa terberkati bisa mengikuti K3. Disaat kami merasa, keluarga kami baik-baik saja, tidak ada masalah yang pelik selama kami mejalani rumahtangga selama +/- 15 thn. Ternyata kami SALAH selama ini kami sudah terbiasa menyakiti pasangan hidup kami, lebih parahnya kami juga sudah melukai hati anak-anak kami. Disini kami akhirnya sadar, bahwa rumahtangga kami bermasalah. Kami harus merubah cara hidup kami yang lama, kami harus membaharui semua polah hidup yang seringkali secara tidak sadar telah melukai hati pasangan hidup dan anak-anak. 
Di kursus ini kami diingatkan kembali mengenang masa-masa manis dan indah saat berpacaran, bagaimana bahagianya kami saat mengucapkan janji perkawinan, untuk saling setia, saling menyayangi satu sama lain, bukan hanya saat senang namun disaat malang.
Begitu banyak ilmu rumahtangga yang bisa kami dapatkan dengan mengikuti kursus ini dan kami amat sangat ingin setiap pasutri bisa mengikuti kursus ini.

Setiap pertemuan ada sesi-sesi yang dibawakan oleh pembicara yang berkompeten dibidangnya masing-masing.

Kami haturkan terimakasih kepada Allah Tritunggal, Bunda Maria, Santo Yosep, Romo dan Para Pembicara, Team SKK dan Panitia Pelaksana SKK yang sudah bekerja dengan keras demi terwujudnya acara luarbiasa ini. Berkah dalem Gusti Yesus.

Peserta Kursus Angkatan ke VII















Sampai bertemu lagi di K3 tahun 2018
Pujituhan, kami dipercaya oleh team SKK menjadi Panitia Pelaksana Tahun 2018 dan ini suatu kehormatan bisa bergabung di pelayanan ini.
Ayo bekerja di ladang Tuhan sungguh manise.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jalan-jalan ke Candi Prambanan

Jalan jalan ke Kuningan